KEGIATAN TOURING LASKAR LASEM DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL


Di Ekowisata Sungai Mudal pada hari Rabu, 20 Mei 2026 ada dua kegiatan yaitu :

  1. Kegiatan Shooting promosi wisata oleh Tim Video Badan Otorita Borobudur (BOB), kegiatan dimulai pukul 07.00 sampai dengan pukul 08.30, dan setelah selesai kegiatan di Ekowisata Sungai Mudal dilanjutkan pembuatan video kegiatan ekonomi kreatif (kriya kayu dan bambu) di Gunungkelir, nama pengrajin adalah Suparman. Kegiatan tim video BOB bertujuan untuk memasarkan destinasi wisata dan desa wisata yang ditunjuk oleh BOB  yaitu destinasi wisata dan Desa Wisata di wilayah Jawa Tengah dan DIY yang mengarah ke KSPN Borobudur;
  2. Kegiatan Touring Laskar Lasem, Ngasem, Yogyakarta. Kegiatan touring kendaraan beroda tiga Bajaj ini jarang dilaksanaka di wilayah perbukitan. Namun melalui survey oleh tim dari Laskar Lasem pada jauh-jauh hari sebelumnya membuktikan bahwa kendaraan dimaksud kuat menanjak dengan kapasitas penumpang maksimal tiga orang. Kegiatan touring pada hari ini Rabu, 20 Mei 2026, berdasarkan kegiatan survey lapangan terdahulu bahwa menuju destinasi Ekowisata Sungai Mudal melalui dari Kenteng, Nanggulan - Bangjo Janti - Kapanewon Girimulyo - Tanjakan Tompak - Kiskendo - Menoreh Dreamland - Ekowisata Sungai Mudal. Dan kepulangan melalui jalur : Ekowisata Sungai Mudal - Menoreh Dreamland - Kembang Tebu - Pusat Kuliner Kenteng - Godean - Jogja. Kegiatan touring Laskar Lasem sesampai di Ekowisata Sungai Mudal dilaksanakan gathering/ ramah tamah di pendopo Kuweni, dilanjutkan mini outbound di halaman Ekowisata Sungai Mudal dan bermain air  di kolam pemandian alami, makan siang dan dilanjutkan foto bersama di depan  panggung amphytheater Ekowisata Sungai Mudal. dan dilanjutkan doa bersama persiapan pulang ke Jogja.

Pembuatan Video Pemasaran Pariwisata oleh Tim BOB

Bajaj Terpakir rapi di parkir gerbang 2 ESM




Rombongan Touring Laskar Lasem memasuki gerbang ESM dan
kegiatan mini outbound




ACARA TRIBUANA MANGGALA BHAKTI DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL, 14 MEI 2026

 


Upacara Tribuana Manggala Bhakti adalah ritual religio-kultural umat Buddha di Kulon Progo, DIY, yang memadukan ajaran Buddha dengan budaya Jawa untuk merawat lingkungan. Acara yang berfokus pada pelestarian alam ini mencakup pengambilan air suci, penanaman pohon, dan pelepasan satwa, biasanya diadakan menjelang Waisak di kawasan Sungai Mudal.

Rangkaian Acara dan Makna (Tribuana Manggala Bhakti):

  • Penyatuan Tradisi: Perpaduan ajaran Buddha Theravada dengan tradisi Jawa, sering diiringi Gendhing Tribuana.
  • Pengambilan Air Suci Waisak: Diambil dari sumber mata air Mudal, Jatimulyo, untuk digunakan dalam upacara Waisak.
  • Aksi Lingkungan (Konservasi): Penanaman pohon untuk menjaga sumber mata air dan pelepasan burung serta ikan endemik sebagai simbol keadilan ekologis (merawat matra bumi, air, dan cahaya).
  • Kirab dan Puja Bakti: Prosesi kirab dari depan Rumah Makan Pengkolan melewati jalan ramah difabel menuju lokasi Puja Bakti (Amphytheater ESM dan halaman).
  • Pelimpahan Jasa: Di akhir acara, dilakukan pelimpahan jasa kepada sanak keluarga yang telah meninggal.

Acara ini berfokus pada tema "Bersatu Padu Merawat Semesta" dan merupakan wujud nyata kepedulian terhadap lingkungan hidup.

Acara Tribuana Manggala Bhakti Umat Buddha di Kalurahan Jatimulyo, merupakan kegiatan keagamaan yang dilaksanakan rutin tiap tahun. Dan tempat pelaksanaan setiap tahunnya selalu berpindah dengan tujuan agar makna upacara Tribuana Manggala Bhakti dapat menyatu dalam kehidupan di masyarakat Kalurahan Jatimulyo dan sekitarnya. Acara Tribuana Manggala Bhakti tahun ini dilaksanakan pada hari Kamis, 14 Mei 2026, bertempat  di panggung Amphytheater dan halaman Ekowisata Sungai Mudal. Dengan tema : “Menjaga Tri Loka: Alam, Manusia, dan Dharma” Acara dimulai dengan kirab bergodo Tribuana Manggala Bhakti Jatimulyo dari depan warung makan Pengkolan melewati jalan ramah difabel menuju tempat Puja Bhakti yaitu di panggung dan halaman Ekowisata Sungai Mudal. Setelah kirab selesai acara dibuka oleh pembawa acara / MC yang selanjutnya pengambilan air suci di mata air Mudal dipimpin oleh Bhikkhu. Setelah air suci diambil dibawa oleh petugas pembawa air menuju tempat Puja Bhakti. Yang selanjutnya Bhikkhu memimpin Puja Bhakti dimulai dengan membaca teks Paritta sebagai berikut :

1. Tri Saranā & Pancasīla – Pembukaan

Dipimpin Bhikkhu,  umat mengikuti.

Pali:

Namo tassa bhagavato arahato sammāsambuddhassa.

Buddhaṁ saraṇaṁ gacchāmi.

Dhammaṁ saraṇaṁ gacchāmi.

Saṅghaṁ saraṇaṁ gacchāmi.[3x]

Pāṇātipātā veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi.

Adinnādānā veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi.

Kāmesu micchācārā veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi.

Musāvādā veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi.

Surāmerayamajjapamādaṭhānā veramaṇī sikkhāpadaṁ samādiyāmi.


Artinya:

Hormat kepada Bhagava, Yang Maha Suci, Yang Telah Mencapai Penerangan Sempurna.

Aku berlindung kepada Buddha.

Aku berlindung kepada Dhamma.

Aku berlindung kepada Sangha.Aku bertekad melatih diri menghindari pembunuhan makhluk hidup.

Aku bertekad melatih diri menghindari pengambilan barang yang tidak diberikan.

Aku bertekad melatih diri menghindari perbuatan asusila.

Aku bertekad melatih diri menghindari ucapan bohong.

Aku bertekad melatih diri menghindari minuman keras yang menyebabkan kelengahan.


2. Paritta Mangala Sutta – Berkah Utama

Dibaca saat pembukaan, cocok untuk memohon berkah kegiatan di alam.

Pali :

Evaṁ me sutaṁ – ekaṁ samayaṁ bhagavā sāvatthiyaṁ viharati jetavane anāthapiṇḍikassa ārāme. Atha kho aññatarā devatā abhikkantāya rattiyā abhikkantavaṇā kevalakappaṁ jetavanaṁ obhāsetvā yena bhagavā tenupasaṅkami...

Inti makna:

Berkah tertinggi adalah tidak bergaul dengan orang dungu, bergaul dengan bijaksana, menghormati yang patut dihormat, hidup di tempat yang sesuai, telah berbuat jasa di masa lampau, menuntun diri dengan benar.


3. Metta Sutta – Cinta Kasih untuk Semua Makhluk

Pali:

Karaṇīyam-atthakusalena, yantaṁ santaṁ padaṁ abhisamecca.

Sakko ujū ca sūjū ca, suvaco cassa mudu anatimānī.Sukhinō vā kheminō hontu, sabbe sattā bhavantu sukhitattā.

Ye keci pāṇabhūt’atthi, tasā vā thāvarā vā anavasesā...


Artinya:

Semoga semua makhluk berbahagia.

Semoga makhluk yang hidup, yang bergerak atau yang diam, yang besar atau kecil, yang jauh atau dekat, yang kelihatan atau tidak kelihatan, semoga semuanya berbahagia.

Jangan ada yang menipu yang lain, jangan ada yang menghina siapa pun di mana pun.

Jangan karena marah dan benci, mengharapkan penderitaan orang lain.


4. Pelimpahan Jasa – Penutup

Dibaca setelah puja penutup. 

Tujuannya melimpahkan jasa baik untuk alam, leluhur, dan semua makhluk.

Pali:

Idaṁ me puññaṁ āsavakkhayāvahaṁ hotu.

Idaṁ me puññaṁ nibbānassa paccayo hotu.

Mama puññabhāgaṁ sabbasattānaṁ bhājemi.

Te sabbe me samaṁ puññabhāgaṁ labhantu.


Artinya:

Semoga jasa kebajikan ini membawa lenyapnya kekotoran batin.

Semoga jasa kebajikan ini menjadi sebab tercapainya Nibbana.

Aku membagi bagian jasa kebajikanku kepada semua makhluk.

Semoga mereka semua memperoleh bagian yang sama dengan aku.

Setelah Puja Bhakti selesai dilanjutkan Nasihat dari Bhikkhu kepada Umat Buddha di Kalurahan Jatimulyo. 

Sebagai puncak acara adalah melaksanakan makna Tribuana yaitu : (1) Menanam pohon secara simbolis oleh Bhikkhu  yaitu pohon Sala (Shorea Robusta) atau Cannon ball tree , pohon tersebut dianggap pohon suci yang konon tumbuh di taman Lumbini tempat Sang Buddha dilahirkan dan wafat. Selain itu tokoh masyarakat dan warga juga menanam  pohon lainnya; (2) Melepas ikan di bantaran sungai; dan (3) Melepas Burung. 

Prosesi Acara Tribuana Manggala Bhakti Umat Buddha Kalurahan Jatimulyo 14 Mei 2026



ACARA TALK SHOW SRAWUNG SEDULUR KONSERVASI DILANJUTKAN RESTOCKING IKAN LOKAL DI BANTARAN SUNGAI MUDAL



Restocking ikan lokal di bantaran sungai adalah upaya konservasi dengan menebar kembali benih ikan asli ke habitat aslinya untuk memulihkan populasi yang menurun, menjaga keseimbangan ekosistem, dan meningkatkan keberagaman hayati. Kegiatan ini merupakan bagian penting dari pengelolaan perikanan yang berkelanjutan.

Berikut adalah materi terkait restocking ikan lokal di sungai:

1. Tujuan Restocking

  • Konservasi: Mencegah kepunahan jenis ikan lokal atau endemik.
  • Pemulihan Populasi: Menambah atau menggantikan ikan yang reproduksi alaminya terganggu.
  • Peningkatan Produksi: Mengisi kembali relung (niche) yang kosong untuk meningkatkan stok ikan.
  • Ekosistem: Menjaga keseimbangan ekosistem perairan sungai.

2. Syarat Benih Ikan untuk Restocking

  • Jenis Lokal/Endemik: Wajib menggunakan ikan asli perairan tersebut untuk menjaga keaslian ekosistem, seperti ikan Tawes, Nilem, Sidat, Wader, Udang, atau jenis lokal lainnya.
  • Kesehatan: Benih harus sehat, bebas penyakit, dan memiliki kemampuan adaptasi yang baik.
  • Ukuran: Ukuran benih harus seragam dan cukup besar agar memiliki tingkat kelangsungan hidup (survival rate) yang tinggi, biasanya berukuran 7-9 cm atau disesuaikan dengan kebutuhan.

3. Tahapan Pelaksanaan Restocking

  1. Evaluasi Habitat: Memastikan kondisi sungai sehat (tidak tercemar), memiliki kualitas air (suhu, pH, kecepatan arus) yang sesuai, dan menyediakan makanan alami.
  2. Identifikasi Spesies: Menentukan jenis ikan asli yang populasinya menurun dan perlu ditambah.
  3. Sosialisasi: Edukasi kepada masyarakat setempat, dinas perikanan, dan kelompok tani untuk mendukung kegiatan.
  4. Penebaran (Restocking): Melepas benih ikan ke sungai.
  5. Monitoring dan Evaluasi: Mengawasi perkembangan benih yang telah ditebar secara berkala.

4. Manfaat

  • Peningkatan Stok Ikan: Memberikan dampak jangka panjang bagi ketersediaan ikan di sungai.
  • Pelestarian Hayati: Memperkuat upaya pelestarian perairan umum.
Kegiatan Gelar Wicara (Talk Show) Srawung Sedulur Konservasi dilaksanakan oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY pada hari Selasa, 12 Mei 2026, di Pendopo Kuweni Ekowisata Sungai Mudal, Pukul 09.30 - 12.15 WIB. Kegiatan Talk Show Srawung Sedulur Konservasi dipimpin langsung oleh Bapak Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY ( R. Hery Sulistio Hermawan, S.PI., M.T. dan diikuti oleh : (1) Perwakilan Dislautkan KP, (2) Perwakilan dari Dislautkan Bantul, (3) Perwakilan dari DIT POLAIR Polda DIY, (4) Perwakilan dari Mako Lanal Yogyakarta, (5) Perwakilan dari Badan Karantina Nasional, (6) Perwakilan dari Satpel Balai Karantina Cilacap, (7) Kabid  Kelautan, Pesisir dan Pengawas (Veronica Voni Rorong, A.PI., MMA. beserta Staf Dislautkan Prov DIY, dan (8) Perwakilan Pokmaswas Perikanan DIY.
Setelah acara talk show dibuka oleh moderator disampaikan sambutan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY, diantaranya diampaikan bahwa Program konservasi In Situ Ikan Lokal, yang unsur penting  didalamnya adalah kegiatan  restocking ikan lokal yang merupakan  penebaran kembali benih ikan asli (seperti wader, tawes, gabus, nilem dan jenis ikan lain) ke perairan umum (sungai, danau, waduk) untuk memulihkan populasi, menjaga keanekaragaman hayati, serta mendukung ketahanan pangan dan ekonomi warga sekitar. 
Tujuan dan Manfaat Utama:
  • Konservasi Lingkungan: Memulihkan stok ikan yang menurun akibat penangkapan berlebih (overfishing) dan memperbaiki ekosistem perairan.
  • Ketahanan Pangan: Meningkatkan ketersediaan ikan sebagai sumber protein hewani bagi masyarakat lokal.
  • Peningkatan Ekonomi: Memberikan dampak ekonomi bagi nelayan tradisional dan pemancing dengan adanya hasil tangkapan yang lebih baik.
  • Melestarikan Kearifan Lokal: Menjaga keberadaan spesies ikan asli daerah agar tidak punah. 
Tahapan dan Metode Restocking:
  • Pemilihan Benih: Menggunakan benih ikan lokal asli setempat yang sehat dan berukuran memadai untuk menjamin tingkat kelangsungan hidup yang tinggi. 
  • Pemilihan Lokasi: Dilakukan di perairan yang tenang dan memiliki vegetasi cukup, termasuk pemanfaatan rumah ikan (struktur buatan untuk berlindung). 
  • Teknik Penebaran: Melibatkan komunitas lokal (kelompok pengawas masyarakat/pokmaswas) untuk memastikan keikutsertaan aktif dalam pengawasan ikan yang ditebar. 
  • Monitoring dan Evaluasi: Pemantauan berkala terhadap pertumbuhan dan tingkat populasi ikan pasca penebaran. 
Program ini didorong oleh Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi DIY  maupun DKP Kabupaten/ Kota  untuk menciptakan pengelolaan sumber daya perairan yang berkelanjutan. 
Setelah sambutan Kadinas Kelautan dan Perikanan Provinsi DIY diteruskan  sambutan dari  6  narasumber yang lain DKP Kulon Progo, DKP Bantul, Badan Karantina Nasional, DIT POLAIR DIY, Mako Lanal Yogyakarta, Satpel Balai Karantina Cilacap, semua narasumber menyampaikan betapa pentingnya konservasi In Situ Ikan lokal, karena di sumber daya air yang ada di Indonesia sudah banyak yang terkontaminasi bahan kimia/ sampah, dan lebih mengkhawatirkan adalah tercampur ikan invasif yang merupakan kesalahan penebaran ikan (misal: menebar ikan nila, lele, Red Devil (Cichlid) dan membuang ikan invasif secara sengaja karena bosan memelihara di aquarium (misal: sapu-sapu (Hypostomus plecotomus) , Aligator Gar (Atractosteus spatula), Piranha, dll). Setelah paparan dari narasumber dilanjutkan dengan diskusi. Setelah acara talk show selesai dilanjutkan dengan kegiatan restocking ikan lokal. Dan jenis ikan yang direstocking di Sungai Mudal adalah Tawes, Nilem, Wader dengan jumlah 7.465 ekor. Dengan harapan setelah dilaksanakan restocking ikan lokal ini, jenis ikan lokal akan berkembang di sepanjang bantaran sungai mudal dan akan mengarah ke aliran sungai berikutnya. 

 


Kegiatan Talk Show Srawung Sedulur Konservasi di Pendopo Kuweni
dilanjutkan Restocking Ikan Lokal (Tawes, Nilem, Wader 7.465 ekor)

KEGIATAN OUTING CLASS TKIT IBNU ABBAS XII DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL

 


Outing Class TKIT Ibnu Abbas XII Girimulyo, Kulon Progo, merupakan program pembelajaran luar kelas yang dirancang untuk memberikan pengalaman belajar aktif, menyenangkan, dan langsung di alam terbuka. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kreativitas dan keterampilan anak melalui eksplorasi, seperti kunjungan ke museum, farm, atau area alam, dan lain-lain.

Kegiatan Outing Class pada hari Kamis, 7 Mei 2026 dilaksanakan di Ekowisata Sungai Mudal. Anak-anak mengikuti kegiatan outing Class dengan gembira dan ceria melalui bimbingan Ibu Suprihatin, S.Pd.I.

Berikut adalah beberapa contoh kegiatan Outing Class di Ekowisata Sungai Mudal:

  • Melihat Mata air Mudal: Edukasi tentang manfaat sumber daya air.
  • Wisata Edukasi: Kegiatan Pembelajaran Sekolah Sungai (mengenal nama-nama tanaman, mengenal biota air, mengenal upaya tentang pelestarian lingkungan, mengenal bantaran Sungai, mengenal fungsi air, dll).
  • Pengalaman Outdoor: Kegiatan seru di area lapang / panggung ESM yang menonjolkan keceriaan belajar sambil bermain.
  • Belajar Berenang : di Ekowisata Sungai Mudal telah disiapkan kolam khusus anak-anak dengan kedalaman 70 cm dan 1 meter yang bisa digunakan untuk melatih/ pembelajaran renang bagi anak-anak.

Manfaat Outing Class:

  1. Pembelajaran Aktif: Anak belajar langsung dari lingkungan sekitar.
  2. Keterampilan Sosial: Meningkatkan interaksi dan kerjasama antar siswa.
  3. Suasana Baru: Menghilangkan kejenuhan belajar di dalam kelas.

Bagi Taman Kanak-kanak / PAUD  yang lainnya silahkan melaksanakan kegiatan Outing Class di Ekowisata Sungai Mudal, kami selaku pengelola Ekowisata Sungai Mudal akan melayani dengan sepenuh hati.


Suasana Outing Class TKIT Ibnu Abbas XII Girimulyo di Ekowisata Sungai Mudal





PENGAMBILAN AIR BERKAH/ AIR PARITTA DI MATA AIR MUDAL

 


Pada hari, Kamis, 30 April 2026, dilaksanakan pengambilan Air Paritta di mata air Mudal, oleh Umat Buddha di Kalurahan Jatimulyo. Pengambilan air suci atau Air Berkah / Air Paritta adalah salah satu rangkaian penting perayaan Waisak, terutama tradisi Waisak bagi umat Buddha di Kalurahan Jatimulyo dan sekitarnya.

 Makna & Tujuan Utama


Tujuan

Penjelasan

1.     Simbul Penyucian

Air melambangkan pembersihan batin dari kotoran lobha, dosa, moha = keserakahan, kebencian, kebodohan batin. Dengan memercikkan air, umat diingatkan untuk selalu mawas diri & menjaga pikiran, ucapan, perbuatan.

2.     Mengenang Kelahiran Bodhisattva Siddarta

Menurut kitab, saat Pangeran Siddharta lahir di Taman Lumbini, para dewa menyirami-Nya dengan air suci. Ritual ini jadi napak tilas peristiwa suci kelahiran Sang Buddha.

3.     Pemberkahan

Air diambil dari sumber mata air alami pilihan, lalu diberkahi pembacaan Paritta Suci oleh para Bhikkhu Sangha. Air jadi sarana menyalurkan berkah Dhamma ke umat.

4.     Pemersatu Umat

Air diambil dari beberapa sumber lalu disatukan di puncak acara. Melambangkan persatuan umat Buddha dari berbagai tradisi & daerah.

 

Perlu kita ketahui bahwa proses pengambilan Air Suci Waisak Nasional Adalah sebagai berikut:

    • Sumber: Diambil dari mata air Umbul Jumprit, Temanggung. Dipilih karena jernih, alami, dan dianggap punya energi spiritual tinggi. Kadang ditambah dari 7 mata air lain se- Nusantara.
    • Ritual: Bhikkhu memimpin puja, pembacaan Paritta Rattana Sutta & Karaniyametta Sutta. Air didoakan agar membawa kesejahteraan, kedamaian, keselamatan untuk bangsa.
    • Kirab: Air suci diarak dari Umbul Jumprit → Candi Mendut → disakralkan semalam → dibawa ke Candi Borobudur pas detik-detik Waisak.
    • Pemberkahan: Saat puncak Waisak, air suci dipercikkan ke umat oleh Bhikkhu sambil mengucapkan: “Semoga semua makhluk berbahagia”.

 

Fungsi Bagi Umat

  • Dipakai di altar rumah: Dipercikkan di rumah/altar sebagai berkat, pengingat untuk hidup sesuai Dhamma
  • Diminum secukupnya: Dengan keyakinan & pikiran baik, jadi sugesti positif untuk kesehatan batin.
  • Dibawa pulang: Sebagai “oleh-oleh Dhamma” dari Borobudur, terutama bagi yang tidak bisa hadir langsung. 
  • Intinya:

(1)Air suci Waisak bukan jimat (2) Buddha tidak mengajarkan  kekuatan magis. (3) Air itu jadi simbol & sarana perenungan. (4) Yang menyucikan batin tetap perbuatan baik kita sendiri.  (5) Air hanya pengingat.


Prosesi pengambilan Air Paritta salah satu rangkaian penting perayaan Waisak  Tahun 2026

Waisak mengajak kita semua, tanpa memandang agama, untuk:

    • Menumbuhkan cinta kasih (metta) terhadap semua makhluk hidup.
    • Mengembangkan welas asih (karuna) kepada mereka yang menderita.
    • Menjaga pikiran yang tenang dan jernih (upekkha) agar tidak mudah terseret oleh amarah, iri hati, atau keserakahan.
    • Menumbuhkan kesadaran penuh (mindfulness) dalam setiap ucapan, tindakan, dan pikiran.

Kepada Umat Budha se-Kalurahan Jatimulyo dan sekitarnya, kami  segenap pengelola destinasi wisata Ekowisata Sungai Mudal mengucapkan Selamat Hari Raya Waisak, "Semoga Trisuci Waisak membawa kedamaian, dan harmoni bagi Anda dan keluarga".


PEMASANGAN SPOT SELFI DI TEPI BANTARAN SUNGAI MUDAL



Pada hari Rabu, 29 April 2026, pengelola destinasi Ekowisata Sungai Mudal dibawah komando Ketua II (Mas Mudi Heriyanto) dan Koordinator Pokja Teknik dan Pertamanan (Bang Marji) telah melaksanakan kegiatan pemasangan Spot Selfi di tepi bantaran sungai Mudal dengan background air terjun Mudal. Dan dalam waktu dekat akan ditambah beberapa spot selfie di beberapa area di bantaran sungai Mudal. Pengadaan spot selfie di area ESM berfungsi antara lain :

  • Fungsi Marketing & Promosi Gratis
    • Viral Marketing : Pengunjung upload IG/TikTok → teman-temannya jadi penasaran & ikut datang. 1 spot bagus bisa datengin ribuan orang tanpa bayar iklan.
    • Branding Lokasi : Orang langsung ingat "Mudal = air terjun yang ada jembatan iconik + spot Selfie". Jadi ciri khas.
    • User Generated Content : Foto pengunjung jadi bahan promosi resmi. Tinggal repost, tidak usah bikin foto mahal.
  • Fungsi Ekonomi & Pengelolaan Pengunjung

 Fungsi

 Dampak Langsung

Menaikkan lama kunjungan

Orang betah foto-foto → beli makan/minum lebih banyak di warung

Sebar Kepadatan

Daripada kunjungan menumpuk di air terjun utama dan kolam pemandian , spot selfie membuat  pengunjung bisa menyebar. Mengurangi  risiko  kecelakaan dan penumpukan pengunjung.

Tiket Spot Selfie Gratis

Dengan adanya spot selfi gratis akan banyak wisatawan yang memanfaatkan untuk berfoto.

Sewa Properti

Pengelola bisa memanfaatkan untuk menyewakan properti misalnya : Payung warna-warni, topi caping, kostum jawa, dll.

  •  Fungsi Ekonomi : Karena posisi spot selfi berdekatan dengan warung sehingga bisa berdapak   pada peningkatan omset warung.
  •  Fungsi Edukasi & Konservasi :

    • Kampanye Visual : Di Spot bisa dikasih papan kecil (misal: "SUNGAIMU BERSIH, HATIMU BERSIH" dan pesan sosial lainnya.
    • Kontrol Jalur : Spot sengaja dibuat di zona aman, sehingga dapat mengurangi pengunjung masuk ke zona konservasi mata air.
    • Storytelling : Spot Selfi bisa diberi nama, biar bisa memberi kesan bagi wisatawan.
  • Fungsi Keamanan
    • Titik Pantau : Petugas jaga spot sekaligus bisa memantau debit air. Kalau tiba-tiba debit air bisa tinggi, keruh/ banjir, bisa diambil tindakan evakuasi pengunjung dari bantaran.
    • Batas Aman : Pagar dan lantai spot jadi penanda batas aman kalau ada banjir secara tiba-tiba.
  • Persyaratan Spot Selfie di bantaran sungai
    • Konstruksi kuat
    • Tinggi Spot  minimal 1.1 meter dari dasar tanah
    • Rambu Jelas
    • Ada drainase
    • Ada jalur evakuasi.




 Guyup Rukun Tumandang Gawe





PEMASANGAN POS PAM DI POSISI TIKUNGAN TANJAKAN MUDAL & PEMBUATAN PAGAR PEMBATAS JALAN OLEH WARGA SOKOMOYO



 

Jalan tanjakan Mudal arah Ekowisata Sungai Mudal Gate-1 terkenal dengan kondisi :  Tikungan Tajam + Tanjakan + Blind Spot. Pos keamanan di posisi tikungan sangat penting dan mendesak yang  bermanfaat bagi pengguna jalan antara lain :


 1.     Fungsi Utama: Keselamatan & Kelancaran Lalu Lintas

 

FungsI :

Penjelasan Praktis di Tanjakan Mudal

 

Pantau blind spot

Tikungan tajam bikin mobil/motor tidak  kelihatan dari arah berlawanan. Petugas membantu untuk memberikan aba-aba menggunakan peluit/bendera kalau ada kendaraan naik/turun

 

Cegah kecelakaan

Banyak motor matic bisa mengarah pada kejadian rem blong pas turunan & mobil mundur pas nanjak. Pos Pam bisa standby bantu menganjal ban atau atur buka tutup jalan

 

Atur lalu lintas pas ramai

Ketika weekend / liburan  mobil elf/ Hiace/ sejenis  & mini bus sering papasan. Kalau tidak  diatur akan terjadi rawan kecelakaan  karena posisi tanjakan tidak  cukup untuk berpapasan 2 mobil, sehingga informasi via HT sangat urgent.

 

Info kondisi jalan

Kasih info ke pengunjung kalau jalan licin pas hujan atau ada antrian panjang  di posisi dekat parkir gate-1.

 

Bantuan terhadap  kendaraan yang mogok

Motor/mobil nggak kuat menanjak bisa dibantu dorong/ ganjal. Pos biasanya sedia balok ganjal & tali derek darurat

 

2.          Fungsi Keamanan & Pelayanan

    1. Titik kumpul darurat: Kalau ada laka, pos jadi tempat P3K pertama + panggil ambulance/PKD Girimulyo. 
    2. Cegah kejahatan: Pengawasan tehadap  tindak kejahatan (walaupun di Ekowisata Sungai Mudal dalam kondisi aman dan terkendali).
    3. Informasi keluar-masuk: Menginformasikan jumlah kendaraan buat laporan tentang kapasitas parkir di atas
    4. Komunikasi HT: Koordinasi sama petugas parkir di atas & loket tiket. Kalo parkiran penuh, pos bisa stop kendaraan di bawah dulu

 3. Peralatan wajib di Pos Tanjakan Mudal

  1. HT / Radio : Komunikasi dengan pos Pam atas dan Pos Pam bawah
  2. Peluit + Bendera merah/ hijau : untuk aba-aba mengatur
  3. Traffic Cone + Lampu hazard : Dipasang bertepatan kondisi hujan/ gelap.
  4. Balok Ganjal + pasir : Untuk pertolongan mobil mundur / tidak kuat menanjak.
  5. P3K + APAR : Untuk persiapan apabila terjadi kecelakaan / kebakatran.
  6. CCTV : Kedepan perlu pengadaan CCTV ntuk merekam kejadian situasi lalin.


Catatan:

Tanjakan Mudal grade-nya 15-30% + tikungan,  Mobil LCGC & motor matic boncengan sering tidak kuat. Sehingga Pos Pam  di situ sangat penting sebagai Tindakan preventif.


Pemasangan PosPam di posisi tikungan tanjakan Mudal


Pengawasan bisa memantau dari arah kiri & kanan

Pemasangan tanda batas jalan di Ruas Jalan Provinsi (Girimulyo - Waduk Sermo) yang terletak di Padukuhan Sokomoyo.

Tepatnya pada hari Jumat, 01 Mei 2026 warga pedukuhan Sokomoyo yang diprakarsai oleh  Mas Suhendri ( Dukuh Sokomoyo ) telah melaksanakan Gerakan Warga Sokomoyo Peduli yaitu pembuatan pagar pembatas jalan menggunakan batang bambu, dan dipasang / dipasang ban mobil. Seperti kita ketahui bahwa tempat tersebut dalam kondisi menurun dan berkelok sehingga rawan terjadi kecelakaan. Pada awalnya oleh Dinas Perhubungan Provinsi sudah dipasang patok pembatas jalan, namus setelah terjadi kecelakaan patok pembatas jalan menjadi roboh, Mas Suhandri dan warganya dari awal sebenarnya telah mempunyai gagasan untuk membuat pagar pembatas jalan, dengan tujuan  apa bila terjadi kecelakaan setelah terpasang pagar pembatas risiko kendaraan akan terjun ke jurang dapat diminimalisir. Dan setelah terpasang pagar pembatas jalan dan himbauan maka  pengguna jalan akan berhati-hati dalam berkendara.

Kepedulian warga Padukuhan Sokomoyo untuk membuat pagar pembatas jalan dengan tujuan untuk meminimalisir risiko apabila terjadi kecelakaan.

 


KEGIATAN TOURING LASKAR LASEM DI EKOWISATA SUNGAI MUDAL

Di Ekowisata Sungai Mudal pada hari Rabu, 20 Mei 2026 ada dua kegiatan yaitu : Kegiatan Shooting promosi wisata oleh Tim Video Badan Otorita...